Deg-degan Dapet Kembalian Mencurigakan? Begini Cara Gampang Ngenalin Uang Palsu Tanpa Ribet
Lagi asyik jajan gorengan di pinggir jalan pas malam hari, bayar pakai pecahan lima puluh ribuan, terus dikasih kembalian. Pas uang kembaliannya masuk dompet, kok rasanya ada yang aneh, ya? Tekstur kertasnya beda, agak licin dan tipis. Langsung deh jantung deg-degan, "Duh, jangan-jangan ini uang palsu?"
Kejadian kayak gini lumayan sering dialami masyarakat. Para pelaku kejahatan emang pinter manfaatin situasi yang remang-remang atau pas kita lagi buru-buru biar nggak sempat ngecek kembalian.
Dulu kita sering diajarin rumus 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang. Rumus klasik ini masih ampuh banget kok sampai sekarang. Tapi biar nggak kelihatan kaku banget pas ngecek di depan kasir atau pedagang, kamu bisa pakai trik cepat ini:
- Pertama, rasakan teksturnya pakai jempol pas kamu nerima uang. Uang asli itu dibikin dari serat kapas, bukan kertas biasa. Jadi rasanya agak kasar, terutama di bagian angka nominal dan gambar pahlawannya karena dicetak pakai teknik khusus (cetak intaglio). Kalau rasanya mulus dan licin kayak kertas HVS, kamu wajib curiga.
- Kedua, coba miringin uangnya sedikit aja. Di pecahan uang besar (seratus ribu, lima puluh ribu, dua puluh ribu) emisi terbaru, ada tinta yang warnanya bisa berubah kalau dilihat dari sudut yang beda. Ini salah satu fitur keamanan tingkat tinggi yang susah banget dipalsuin pakai printer biasa.
Sebagai perusahaan yang ngurusin miliaran uang tunai setiap harinya, BGI punya standar yang jauh lebih ketat. Di Cash Processing Center (CPC), uang yang masuk disortir pakai mesin canggih dengan sensor ultra-violet dan magnetik. Jangankan uang palsu, uang yang kualitasnya turun sedikit aja bakal ketahuan. Jadi, uang yang keluar dari ATM kelolaan BGI udah dijamin keasliannya.
Tapi buat transaksi sehari-hari, ketelitian kamu adalah pertahanan pertama. Nggak usah sungkan buat ngecek kembalian. Lebih baik meluangkan waktu dua detik buat meraba uang, daripada harus gigit jari karena rugi.