Tingkatkan Keandalan Layanan, BGI Gandeng Tiga Mitra Teknologi Strategis dalam Pelatihan Teknisi ATM/CRM
Kenyamanan nasabah dalam bertransaksi merupakan prioritas utama dalam ekosistem layanan perbankan. Untuk menjaga agar mesin Cash Recycling Machine (CRM) tetap beroperasi optimal selama 24 jam penuh, diperlukan kehadiran tenaga teknisi lapangan yang tidak hanya cekatan, tetapi juga dibekali dengan pemahaman teknis yang mendalam.
Menjawab tantangan operasional tersebut, pada tanggal 25 hingga 26 Juni 2026, PT Bringin Gigantara (BGI) menyelenggarakan sesi pelatihan intensif bagi jajaran Teknisi ATM/CRM. Guna memastikan tercapainya standar keandalan (Service Level Agreement) yang tinggi, program ini menghadirkan langsung para ahli dari tiga perusahaan penyedia solusi teknologi perbankan terkemuka, yaitu: PT Hitachi Channel Solutions Indonesia, PT Insan Teknologi Semesta, dan PT Datindo Infonet Prima.
Fokus utama dari kegiatan selama dua hari ini adalah membedah kapabilitas operasional dan penanganan gangguan secara spesifik pada mesin CRM. Kurikulum pelatihan dirancang komprehensif yang mencakup tiga pilar utama:
- Product Knowledge: Para teknisi mendalami arsitektur mesin secara menyeluruh. Mereka dilatih untuk menguasai fungsi kerja mekanik, hardware, hingga sistem sensor dari masing-masing merek mesin. Pemahaman fundamental ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kinerja perangkat.
- Analisa Problem: Pelatihan ini menajamkan insting dan kemampuan analitis teknisi dalam mendiagnosis anomali atau error pada sistem. Tujuannya adalah agar setiap kendala di lapangan dapat diidentifikasi secara akurat, terukur, dan tidak memakan waktu lama.
- Problem Solving: Mengedepankan efisiensi, peserta dilatih untuk mengaplikasikan Standard Operating Procedure (SOP) secara taktis.
Melalui komitmen peningkatan kompetensi berkelanjutan ini, PT Bringin Gigantara (BGI) memastikan bahwa setiap armada teknis yang diterjunkan ke lapangan memiliki kualifikasi terbaik di kelasnya. Sinergi strategis bersama para mitra teknologi ini pada akhirnya bermuara pada satu tujuan besar: menekan tingkat downtime mesin seminimal mungkin dan memastikan roda transaksi ekonomi masyarakat terus berjalan lancar.